Mengatasi Drive C (Operating System) yang Penuh

Pernah merasakan rewelnya
Windows ketika isi di drive C
(Operating System) penuh?
Biasanya sebentar-sebentar akan
muncul peringatan agar bahwa
drive C sudah penuh. Padahal
program yang sudah ada tidak
mungkin dihilangkan (karena masih
akan dipergunakan) dan
penambahan program baru pada
PC adalah hal yang amat mungkin
terjadi.
Berikut ini adalah beberapa tips
untuk “melegakan” drive Operating
System kita : (hanya berlaku untuk
pengguna Windows)
Hilangkan file temporary
Windows
Hapus file-file pada folder C:/Temp.
Hapus isi Recycle Bin
Terkadang kita terhenyak melihat isi
Recycle Bin saya. Hapus sajalah!
Sudah tidak dipergunakan.
Hapus file Temporary IE
Buka Internet Explorer->Tools-
>Internet Options-> Delete
Temporary Internet Files.
Buat Mounted folder
Mounted folder adalah folder pada
suatu drive yang dapat diakses oleh
drive lainnya. Misalkan kita sudah
membuat folder “F:/Mounted from
C” pada drive F, maka ketika drive C
sudah penuh namun masih
diperlukan “ruangan” penyimpanan,
secara otomatis file tersebut akan
disimpan di mounted drive (“F:/
Mounted from C”). Gambar icon
mounted folder pun berupa “drive”,
bukan gambar icon “directory”.
Langkahnya membuat mounted
folder:
* Partisi hardisk. Buat drive baru
yang kosong. Beri nama “Mounted
Drive”. (yang lain juga boleh sih..)
* Buka Control Panel ->
Administrative Tools -> Storage ->
Disk Management.
* Klik kanan/kiri pada drive C
(OS).
* Klik Change Drive Letter and
Paths.
* Klik Add. Tunjuk folder yang
akan didedikasikan sebagai Mounted
folder (buat folder baru), misalnya
nama foldernya “Mounted From C”.
Klik OK.
Sedangkan untuk menghilangkan
mounted folder semisal dengan cara
di atas. Perbedaannya adalah pada
“ klik Add“. Bukan “klik Add”
melainkan “klik Remove“.
Gunakan Acronis Disk
Management (berbayar!)
* Partisi harddisk. Buat drive baru
yang kosong. Kapasitas pada drive
inilah yang nantinya akan “diambil”
oleh drive C (OS).
* install Acronis. Restart PC.
Masuk Acronis.
* Klik Wizards -> Increase Free
Space -> Pilih drive yang ingin
diperbesar kapasitasnya (akses ke
drive ini akan dikunci) -> Tentukan
ukuran drive C yang baru (Karena
sudah drive baru sudah
didedikasikan sepenuhnya untuk
“ pelebaran” drive C, maka atur
ukuran drive C yang baru sampai
“ Maximum Partition Size”) -> Periksa
sudah benar atau belum -> Finish ->
Commit (lambang bendera).
Sumber :
putrichairina.wordpress.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Daftarkan Blog ke Google

22 khasiat bawang putih